Sinarsore.com, Mamuju – Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB) menggelar Sidang Sinode Tahunan di Jemaat Imanuel Bau, Klasis Karama, Desa Batu Ma’kada, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa, 17 Maret hingga Jumat, 20 Maret 2026, dengan melibatkan unsur pelayanan dari seluruh jemaat di bawah naungan Sinode GKSB.
Peserta yang hadir terdiri dari para pendeta, penatua, syamas, vikaris, serta badan pelayanan kategorial tingkat sinode. Pertemuan tahunan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelayanan selama satu tahun terakhir sekaligus merumuskan arah program pelayanan ke depan.
Meskipun lokasi kegiatan berada di wilayah terpencil dengan akses yang cukup sulit, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Para peserta tetap berupaya hadir dengan menempuh jalur yang dikenal ekstrem.
Salah seorang peninjau persidangan, Ebsan mengungkapkan bahwa medan menuju lokasi tidaklah mudah untuk dilalui.
“Akses jalan ke sini sangat ekstrem karena termasuk daerah terpencil, bahkan hampir berbatasan dengan Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan,” ujar Ebsan.
Ia menambahkan, dalam perjalanan, para peserta harus saling membantu, termasuk mendorong kendaraan yang terjebak di jalur sempit dan berlumpur.
“Di perjalanan kami harus saling bantu. Ada juga korban, salah seorang pendeta, Jhoni Pakendek, mengalami luka di bagian lutut,” ungkapnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, pelaksanaan Sidang Sinode Tahunan GKSB tetap berlangsung dengan semangat kebersamaan dan komitmen pelayanan yang tinggi dari seluruh peserta.
