
Foto: Bawaslu Toraja Utara dalam Giat Konsolidasi Demokrasi.
SINARSORE.COM, Toraja Utara – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Toraja Utara membuka rekrutmen peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengawasan partisipatif serta meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) merupakan wadah edukasi kepemiluan yang bertujuan membentuk masyarakat yang memahami aturan, mengenali potensi pelanggaran, serta memiliki keberanian untuk ikut mengawasi setiap tahapan pemilu dan pemilihan.
Ketua Bawaslu Toraja Utara, Brikken L. Bonting, menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan sendiri oleh lembaga penyelenggara, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Selasa, 22/04/2025.
“Bawaslu memiliki keterbatasan personel dalam mengawasi seluruh tahapan pemilu. Karena itu, kehadiran masyarakat sebagai pengawas partisipatif menjadi kekuatan utama dalam mencegah pelanggaran dan menjaga kedaulatan rakyat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa generasi muda harus hadir sebagai garda terdepan demokrasi yang kritis terhadap politik uang, ujaran kebencian, penyebaran hoaks, serta segala bentuk pelanggaran pemilu.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Bonnie Fredom, selaku pengampu kegiatan menegaskan bahwa rekrutmen P2P ini bukan sekadar mencari peserta, tetapi menyiapkan kader pengawas demokrasi yang paham tugas dan tanggung jawab sosial.
“Peserta P2P akan dibekali pemahaman mengenai regulasi kepemiluan, teknik pengawasan, pencegahan pelanggaran, serta mekanisme pelaporan jika ditemukan dugaan pelanggaran. Ini penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan aktif menjaga kualitas demokrasi,” jelas Bonnie Fredom.
Ia menambahkan, pengawasan partisipatif menjadi instrumen penting untuk menekan praktik politik uang, kampanye di luar aturan, penyalahgunaan kewenangan, hingga penyebaran informasi bohong yang dapat merusak proses demokrasi.
Bawaslu Toraja Utara juga mengingatkan bahwa kuota peserta terbatas, sehingga masyarakat yang berminat diharapkan segera mendaftarkan diri sesuai jadwal yang telah ditentukan. Selain itu, waktu pelaksanaan kegiatan juga terbatas sehingga peserta diharapkan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
Untuk informasi pendaftaran, persyaratan, jadwal, serta perkembangan kegiatan, masyarakat dapat mengikuti media sosial resmi Bawaslu Toraja Utara melalui Instagram, Facebook, dan Website resmi Bawaslu Toraja Utara.
Melalui program ini, Bawaslu Toraja Utara berharap lahir generasi muda yang berintegritas, berani bersuara, peduli terhadap kepentingan publik, serta siap menjadi mitra Bawaslu dalam mengawal pemilu yang bersih dan bermartabat.