banner 400x130

Toraja Berduka: Excavator Cabik Tongkonan, Harga Diri Dipijak!

Foto: Kondisi di Tongkonan Ka’pun saat pelaksanaan eksekusi rumah Tongkonan.

SINARSORE.COM, Tana Toraja – Eksekusi terhadap rumah adat Tongkonan Ka’pun di Kecamatan Kurra, Tana Toraja memicu gelombang kemarahan dan duka mendalam bagi masyarakat Toraja.

Slideshow Gambar Otomatis

Deskripsi Gambar 1 Deskripsi Gambar 2 Deskripsi Gambar 3 Deskripsi Gambar 4


banner 400x400

Peristiwa ini dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap martabat budaya leluhur yang selama ratusan tahun menjadi identitas suci orang Toraja. Jumat, 05/12/2025.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Control Analisa Temuan Rakyat (LSM Catur), Barnabas Solon mengecam keras tindakan aparat dan pihak pelaksana eksekusi yang disebutnya brutal dan tidak manusiawi.

Menurutnya, operator alat berat jenis ekskavator diduga sengaja menghancurkan terlebih dahulu Tongkonan tertua yang berada di bagian tengah rumah adat berusia sekitar 300 tahun, dikelilingi tanduk kerbau sebagai simbol kehormatan dan status sosial dan budaya.

“Adegan ekskavator menginjak dan mencabik Tongkonan Ka’pun adalah tamparan keras bagi harga diri orang Toraja. Ini bukan sekadar pembongkaran bangunan, tetapi penghancuran martabat dan identitas leluhur,” tegas Barnabas.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelecehan budaya yang tidak dapat diterima, karena Tongkonan bukan sekadar rumah, melainkan tempat roh leluhur, pusat ilmu adat, serta simbol persatuan dan kehormatan suku Toraja.

“Ketika Tongkonan diinjak dengan sengaja, itu berarti menginjak martabat seluruh orang Toraja. Tidak ada bangsa yang besar jika leluhurnya diperlakukan seperti sampah,” lanjutnya.

Barnabas mendesak seluruh masyarakat Toraja di mana pun berada untuk bersuara dan tidak tinggal diam atas tragedi kebudayaan ini. Menurutnya, pembiaran ini hanya akan memberi ruang lebih luas bagi kekuasaan bertindak sewenang-wenang terhadap nilai adat.

“Jika hari ini Tongkonan Ka’pun di biarkan dihancurkan, besok mungkin Tongkonan kalian. Hari ini martabat leluhur di injak, besok harga diri kita semua hilang. Toraja harus bangkit menjaga warisan nenek moyang.” Pungkasnya.

Peristiwa ini tidak hanya menyisakan puing dan debu, tetapi juga luka batin dan air mata bagi keluarga pemilik Tongkonan dan seluruh masyarakat Toraja.

Tragedi ini menjadi alarm keras bahwa budaya suci yang diwariskan ratusan tahun dapat dihancurkan hanya dengan satu kebijakan dan satu hentakan alat berat.

Lalu, adakah harga yang lebih tinggi dari pada kehormatan leluhur? Dan sampai kapan Toraja diam ketika identitasnya di rampas di depan mata?

(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Slideshow Gambar Otomatis

Flash Gambar Ganti-ganti Otomatis

Deskripsi Gambar 1 Deskripsi Gambar 2 Deskripsi Gambar 3 Deskripsi Gambar 4