Sinarsore.com – Rekam jejak Jusuf Kalla dalam menyelesaikan berbagai konflik di tanah air kembali mendapat sorotan dan apresiasi dari berbagai kalangan. Sosok mantan Wakil Presiden RI tersebut dinilai sebagai figur penting dalam menjaga perdamaian dan persatuan bangsa, terutama melalui perannya dalam meredam konflik horizontal di sejumlah daerah.
Kontribusi Jusuf Kalla dalam proses perdamaian di Ambon, Poso, dan Aceh menjadi bukti nyata komitmennya terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui pendekatan dialog, rekonsiliasi, serta pemahaman mendalam terhadap akar konflik sosial, ia berhasil menjadi jembatan bagi pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan damai.
Bagi masyarakat di wilayah terdampak konflik, kehadiran Jusuf Kalla dinilai sangat krusial. Tanpa peran aktifnya, bukan tidak mungkin konflik berkepanjangan masih terjadi hingga saat ini, bahkan berpotensi menimbulkan kerusakan sosial yang lebih luas.
Korneles Galanjinjinay, mantan Ketua Umum GMKI periode 2018–2020 dan Wakil Ketua Umum Parkindo periode 2021–2026, menyampaikan bahwa bangsa Indonesia patut bersyukur memiliki tokoh seperti Jusuf Kalla. Menurutnya, nilai-nilai perdamaian yang diwariskan harus terus dijaga dan dilestarikan dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan ke depan.
Sebagai putra daerah Maluku, Korneles juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap peran Jusuf Kalla dalam menyelesaikan konflik di wilayah tersebut. Ia menilai bahwa tanpa kontribusi tokoh tersebut, kondisi Maluku saat ini mungkin masih dibayangi ketegangan dan perpecahan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar masyarakat tidak mempolitisasi ceramah atau pernyataan Jusuf Kalla tanpa memahami konteks dan substansinya secara utuh. Ia meyakini bahwa apa yang disampaikan oleh Jusuf Kalla merupakan refleksi dari pengalaman empiris serta fakta sosiologis yang melatarbelakangi konflik berbasis SARA di Ambon dan Poso.
“Jangan dipelintir atau dipolitisasi. Apa yang disampaikan beliau adalah bagian dari upaya mengingatkan kita semua agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” ujar Korneles.
Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan bangsa adalah tanggung jawab bersama, dengan meneladani nilai-nilai perdamaian yang telah dicontohkan oleh para tokoh bangsa.














