banner 400x130

GAMKI Sulbar Soroti Minimnya Pemerataan Fasilitas SLB, Desak Perhatian Serius Pemerintah

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 82?

Sinarsore.com, Mamuju – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sulawesi Barat (Sulbar) menyoroti minimnya pemerataan fasilitas pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Sulbar.

Sorotan ini disampaikan Ketua DPD GAMKI Sulbar, Nelwan Jhonatan, yang menilai perhatian pemerintah terhadap SLB masih jauh dari ideal, baik dari sisi infrastruktur, tenaga pendidik, maupun fasilitas penunjang pembelajaran.

Slideshow Gambar Otomatis

Deskripsi Gambar 1 Deskripsi Gambar 2 Deskripsi Gambar 3 Deskripsi Gambar 4


banner 400x400

Menurut Nelwan, SLB semestinya mendapatkan perhatian setara bahkan lebih dibanding sekolah umum, mengingat kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus memerlukan fasilitas dan layanan yang spesifik.

“SLB membutuhkan perlakuan khusus, baik dari segi sarana prasarana maupun kualitas dan ketersediaan tenaga pengajarnya. Ini tidak bisa disamakan begitu saja dengan sekolah umum,” tegas Nelwan, Senin, 9 Februari 2026.

Ia menilai, masih ada SLB di Sulbar yang kondisinya memprihatinkan. Sejumlah bangunan sekolah digunakan untuk berbagai jenjang pendidikan sekaligus, padahal setiap jenjang memiliki kebutuhan pembelajaran yang berbeda. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik.

“Jangan sampai SLB dipandang sebelah mata dan hanya diberi anggaran serta fasilitas seadanya. Anak-anak di SLB memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu,” ujarnya.

Atas kondisi itu, GAMKI Sulbar mendesak Pemerintah Provinsi Sulbar, agar memberikan perhatian serius terhadap pemerataan fasilitas pendidikan SLB. GAMKI juga mendorong adanya kebijakan dan program prioritas yang secara khusus menyasar kelompok disabilitas, rentan, dan termarginalkan.

“Mereka adalah anak-anak bangsa. Negara harus hadir untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi dan hak-haknya dijamin setara dengan warga negara lainnya,” tutur Nelwan.

GAMKI Sulbar berharap langkah konkret pemerintah dapat segera diwujudkan agar akses dan kualitas pendidikan inklusif di Sulbar semakin membaik dan berkeadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Slideshow Gambar Otomatis

Flash Gambar Ganti-ganti Otomatis

Deskripsi Gambar 1 Deskripsi Gambar 2 Deskripsi Gambar 3 Deskripsi Gambar 4